CoQHEALTH PLUS baik untuk jantung...

0

Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Penyakit ini meliputi jantung koroner, penyakit serebrovaskular, penyakit arteri perifer, penyakit jantung rematik, penyakit jantung congenital, thrombosis vena dalam, dan embolisme paru-paru. 

Dianggarkan sekitar 17,1 juta penduduk dunia (29% dari kematian global) meninggal akibat penyakit kardiovaskular. Dengan komposisi sekitar 7,2 juta meninggal akibat penyakit jantung koroner, dan 5,7 juta meninggal akibat stroke. Pada tahun 2030 angka kematian akibat penyakit kardiovaskular dianggarkan meningkat menjadi 23,6 juta, terutama akibat penyakit jantung dan stroke.

Tingginya angka kematian akibat penyakit kardiovaskular ini menarik perhatian para pakar untuk mengatasi, mengurangi dan mencegah kejadian penyakit ini. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terkena penyakit kardiovaskular.

Untuk lebih memudahkan, beberapa faktor tersebut dibagi menjadi dua, iaitu modified factor dan unmodified factor. Berikut ini beberapa faktor yang mengakibatkan seseorang lebih mudah terkena penyakit kardiovaskular:


UNMODIFIED FACTOR
Faktor berikut ini merupakan faktor yang meningkatkan seseorang terkena penyakit kardiovaskular, namun tidak boleh diubah / dihindari:

1. Usia
Semakin bertambahnya usia, semakin tinggi juga risiko terkena penyakit kardiovaskular. Hal ini kemungkinan berhubungan dengan lamanya seseorang terdedah dengan beberapa faktor risiko yang lain. Semakin lama terdedah dengan faktor risiko, semakin tinggi juga risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Yang termasuk risiko tinggi untuk laki-laki adalah di atas usia 45 tahun, sedangkan perempuan di atas 55 tahun.

2. Jenis kelamin
Seorang llaki akan memiliki risiko penyakit kardiovaskular lebih tinggi dibanding perempuan.

3. Riwayat keluarga
Adanya anggota keluarga yang terkena penyakit kardiovaskular akan meningkatkan risiko seseorang juga terkena penyakit kardiovaskular.

4. Riwayat penyakit kardiovaskular sebelumnya
Seseorang yang pernah mengalami penyakit kardiovaskular sebelumnya, seperti angina, infark miokard, stroke, PTCA, dan kejadian kardiovaskular lain memiliki risiko lebih tinggi untuk serangan berikutnya.


MODIFIED FACTOR

Faktor risiko pada kelompok ini masih boleh diubah untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, diantaranya:

1. Dyslipidemia
Kadar kolesterol LDL, trigliserida, dan kolesterol total yang tinggi, serta kadar HDL yang rendah merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

2. Diabetes 
Seseorang yang menderita Diabetes memiliki risiko yang lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Hal ini antara lain berhubungan dengan adanya dislipidemia yang sering terjadi pada psakit Diabetes.

3. Hipertensi
Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Dalam salah satu penelitian menunjukkan angka kematian meningkat 2 kali lipat pada setiap peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg atau diastolik sebesar 10 mmHg.

4. Merokok
Merokok juga tentunya dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

5. Obesiti
Seseorang yang obesiti akan lebih berisiko terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan ideal. Obesiti, terutama pada obesitai sentral berhubungan dengan sindrom metabolik (hipertensi, hiperglikemi, dislipidemia) yang didasari oleh insulin.


TIPS PENCEGAHAN KARDIOVASKULAR
Dari beberapa faktor risiko di atas, tentunya kita boleh mengendalikan berbagai faktor risiko tersebut agar dapat mengurangi risiko terjadi penyakit kardiovaskular.

Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit kardiovaskular:

1. Mengendalikan kadar kolesterol darah
Pemeriksaan kadar kolesterol pada seseorang tanpa risiko atau dengan faktor risiko = 2 dan LDL < 130 mg/dL sebaiknya dilakukan setiap 1-2 tahun. Apabila kadar kolesterol tinggi sebaiknya diet rendah kolesterol, diberikan terapi yang tepat dan pemeriksaan dibuat setiap 3 bulan. Apabila terdapat dislipidemia, maka harus diberikan terapi yang tepat.

Berikut bolh dilihat kategori kadar kolesterol dalam darah:









2. Mengendalikan gula darah
Dengan cara melakukan pemeriksaan rutin kadar gula darah dan HbA1c, kadar gula darah dapat dikendalikan dengan baik. Apabila kadar gula darah tinggi, maka harus dilakukan pengaturan pola makan dan pemberian terapi antidiabetik yang tepat.

Target pengendalian gula darah pada pasien DM menurut PERKENI:
- Gula darah puasa : < 110 mg/dL
- Gula darah postprandial : < 140 mg/dL
- HbA1c : < 6,5 %

3. Mengendalikan tekanan darah
Dengan menurunkan tekanan darah dapat mengurangi 20-25% risiko miokard infark, 34-40% stroke dan lebih dari 50% gagal jantung. Sehingga menjadi penting untuk selalu menjaga tekanan darah dalam batas normal.

Target penurunan tekanan darah untuk pasien DM adalah < 130/80 mmHg. Hal ini bisa dilakukan dengan kontrol tekanan darah secara rutin dan terapi antihipertensi yang tepat.

4. Berhenti merokok
Kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor risiko yang banyak dijumpai. Dengan mengurangkan aktiviti merokok seseorang dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

5. Menurunkan berat badan
Penurunan berat badan diperlukan dalam pengendalian hipertensi, dislipidemia dan DM. Sehingga diharapkan dengan penurunan berat badan akan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Penurunan 5-10% berat badan dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Hal ini boleh dilakukan dengan perubahan perilaku pola makan dan peningkatan aktiviti jasmani.




Boleh hubungi saya di:

Mas
( id shaklee :1076676)
♥ sms/whatsApp: 016-6551125
♥ Emel : arya_nie@yahoo.com
♥ Fb: https://www.facebook.com/massyahvitacare sila klik LIKE utk info terkini

0 comments: